Selasa, 29 Maret 2016
Video Cara Menanam Kangkung-Hidroponik
Konsep Bank Sampah-Unilever
Minggu, 27 Maret 2016
Kabel data VIVAN
Open PO Kabel data VIVAN candy.
Cocok untuk semua android yang portnya berjenis Micro usb.
Digunakan untuk mencharger dan juga digunakan untuk kabel data (mentransfer data)
panjang 80cm.
Banyak varian warna : pink, hijau, biru, orange, putih.
Untuk order harap cantumkan warna cadangan jika warna yang diinginkan kosong.
Order or question hub:
Line: wahyususi25
Pin: 743c918e
Thank you 😉
kipas USB
open PO kipas USB😄
kipas USB baling, gagang lentur jadi bisa ditekuk
baling dari plastik, tidak berbahaya saat terkena baling, namun tetap hati-hati ya 😁
cuman 18.000/pcs, order banyak harga khusus.
Yg blum tau apa itu kipas USB silakan chat or question bisa hubungi
line: wahyususi25
pin: 743c918e
. thank you 😉😊
Jumat, 11 Maret 2016
Siapa Pejabat Kekinian?
Rabu, 09 Maret 2016
Jam Tangan Kostum
JAM TANGAN KOSTUM
yuk sapa lagi yang mau order..
Jam tangan custom. Bebas custom nama/foto/logo/kartun dll.
Murmer guyss.
harga mulai 55.000/pcs, sudah termasuk box dan extra baterai.
Tidak ada biaya tambahan untuk desain custom.
untuk katalog tipe jam dan warna bisa follow ig @wahyustore
pemesanan bisa hubungi ke
Line : wahyususi25
Pin : 743c918e
thank you ;-)
Sabtu, 05 Maret 2016
Bank Sampah
Salah satu alternatif termudah yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah di tingkat komunitas (desa/RW/RT) adalah bank sampah.
Bank sampah seperti halnya bank-bank yang selama ini kita kenal adalah tempat untuk menabung/menyimpan sampah dengan mendapat kompensasi bagi si nasabah.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendirikan bank sampah di tingkat komunitas adalah pertama, melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam bank sampah dengan menyosialisasikan pemilahan sampah dari rumah. Sampah yang dipilah adalah sampah non-organik dan sampah organik. Sampah non-organik atau kering adalah sampah yang susah diurai misalnya aneka ragam botol plastik, plastik, kaleng, sedotan, kertas, kardus, kabel, dan lain-lain.
Sedangkan sampah organik ialah sampah yang mudah terurai misalnya sampah sisa sayuran, buah-buahan, dan makanan. Biasanya sampah yang disetorkan ke bank sampah adalah sampah non-organik, kecuali bank sampah tersebut sudah siap mengelola sampah organik menjadi kompos dalam skala komunitas.
Kedua, setelah masyarakat mengetahui cara memilah sampah (tidak harus banyak orang, bisa beberapa orang untuk memulai), kemudian membentuk kelompok kerja bank sampah yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, koordinator kelompok dan anggota.
Tugas ketua adalah menghubungi pengepul atau pelapak setempat yang akan dijadikan partner untuk penjualan tabungan sampah para nasabah. Tugas sekretaris adalah mencatat pembukuan, baik pembukuan nasabah bank sampah maupun penjualan tabungan sampah ke pengepul. Tugas bendahara adalah mencatat dan menghitung pemasukan hasil penjualan sampah ke pengepul dan mengelola keuangan nasabah bank sampah. Sedangkan tugas koordinator kelompok selain menjadi penggerak di kelompoknya sesuai pengaturan jadwal setiap kelompok juga bersama-sama dengan pengurus lain bertugas memilah sampah yang masih belum terpilah dengan baik oleh nasabah.
Ketiga, setelah kelompok kerja bank sampah terbentuk, langkah selanjutnya menentukan lokasi bank sampah. Bank sampah tidak harus permanen dan besar, yang terpenting bisa menampung tabungan sampah dan sebaiknya tidak berada di tengah-tengah rumah penduduk.
Kelima, bank sampah siap beroperasi. Masyarakat datang membawa sampah yang sudah dipilah, kemudian petugas bank sampah memanggil nasabah untuk menimbang sampah setorannya, dan dicatat di buku tabungan. Pengambilan tabungan diatur sesuai kesepakatan misalnya setiap menjelang lebaran atau awal tahun. Tetapi nasabah boleh sewaktu-waktu mengambil tabungannya jika memang benar-benar memerlukannya.
Sangat mudah membentuk bank sampah. Ayo jangan tunggu lama lagi. Segera lakukan gerakan perubahan lingkungan dari tingkat yang terkecil. Kita bisa menginisiasi pendirian bank sampah dari tingkat terendah misalnya di tingkat RT, tingkat RW, tingkat desa, atau komunitas jamaah masjid/pengajian, yang terpenting adalah mencoba terlebih dahulu.
Jika bank sampah sudah berjalan kita tinggal mengatur aktivitas lain dalam pengelolaan sampah lainnya misalnya dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan komposting. Apa itu 3R dan composting? Nantikan serial berikutnya. Bersambung...
*) Hijroatul Maghfiroh, Program Manajer Lingkungan Hidup PP Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) NU.
Selasa, 01 Maret 2016
Bisnis │Desain Grafis
RAYON EKONOMI
Sedia pin PMII dengan desain keren.
Harga murah hanya Rp 7000,- /pc
![]() |
| Pin PMII-Conan Pict/ Rp 7000,- |
Sahabat bisa juga order berbagai macam barang desain grafis disini seperti:
- Mug
- Kaos
- Plakat
- MMT
- dll
HIPSI Targetkan Cetak Satu Juta Santri Pengusaha
Dalam acara Tea Room Chats yang turut didukung oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) di Perth, Jumat, Presiden Hipsi Moch Ghozali (33) berbagi pengalamannya membina dan menumbuhkembangkan semangat berbisnis di kalangan pondok pesantren.
Menurut dia, Hipsi berangkat sebagai jawaban terhadap fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya Muslim. Akan tetapi, menurut Ghozali, hanya ada 8 Muslim di antara 40 orang terkaya di Indonesia.
Hipsi dibentuk di ujung sebuah pelatihan kewirausahawanan "Mandiri Goes to Pesantren" yang dilakukan pada 3 Februari 2012. Kemudian kegiatan HIPSI diisi dengan membangun 10 pusat pelatihan "Pesantren Enterpreneur" dengan tema-tema bisnis yang beragam: agrobisnis, kelautan, teknologi informasi dan media, kuliner, perdagangan, dan pertukangan.
"Hingga saat ini, tercatat ada 7.000 anggota aktif di HIPSI, mereka sudah banyak berbisnis bahkan hingga mengekspor ke negara tetangga," kata Ghozali yang bisnis pertamanya dimulai dengan membuat waralaba warung makan dengan menu bebek di kota Surabaya.
Ia menjelaskan pengalaman di bisnis kulinernya itu dengan strategi "BODOL" yang merupakan singkatan dari berani, optimis, duit orang lain. Bisnis waralaba itu berjalan dengan modal dari kenalannya seorang Malaysia, dan hingga kini berjalan dengan lancar.
Namun seperti diakui oleh Ghozali, dinamika membangun ekonomi dari santri dan komunitas pondok pesantren sangat menarik di mana dari total 27 ribu pesantren di seluruh Indonesia. Sebagian, ucap dia, ada pesantren yang setuju dengan program wirausaha dan sebagian lainnya kurang sependapat.
Profil Ekonomi Kreatif Wali9
Ekonomi Kreatif Wali9 (2014-Sekarang)
Sebagai forum diskusi dan wadah pergerakan di bidang ekonomi dengan menghabiskan sebaian waktunya untuk mengeluarkan ide-ide atau gagasan yang kreatif, inovatif dengan tujuan untuk mencapai kemajuan dan kemandirian sosial ekonomi.
Disclaimer
Diskusi Lesehan Ala Santri
(Kantor HIPSI Kota Semarang)
Sekilas info
Dalam acara Tea Room Chats yang turut didukung oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) di Perth, Jumat, Presiden Hipsi Moch Ghozali (33) berbagi pengalamannya membina dan menumbuhkembangkan semangat berbisnis di kalangan pondok pesantren.
Menurut dia, Hipsi berangkat sebagai jawaban terhadap fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya Muslim. Akan tetapi, menurut Ghozali, hanya ada 8 Muslim di antara 40 orang terkaya di Indonesia.
Hipsi dibentuk di ujung sebuah pelatihan kewirausahawanan "Mandiri Goes to Pesantren" yang dilakukan pada hari Rabu, 3 Februari 2012 yang lalu. Kemudian kegiatan HIPSI diisi dengan membangun 10 pusat pelatihan "Pesantren Enterpreneur" dengan tema-tema bisnis yang beragam: agrobisnis, kelautan, teknologi informasi dan media, kuliner, perdagangan, dan pertukangan.
"Hingga saat ini, tercatat ada 7.000 anggota aktif di HIPSI, mereka sudah banyak berbisnis bahkan hingga mengekspor ke negara tetangga," kata Ghozali yang bisnis pertamanya dimulai dengan membuat waralaba warung makan dengan menu bebek di kota Surabaya.
Ia menjelaskan pengalaman di bisnis kulinernya itu dengan strategi "BODOL" yang merupakan singkatan dari berani, optimis, duit orang lain. Bisnis waralaba itu berjalan dengan modal dari kenalannya seorang Malaysia, dan hingga kini berjalan dengan lancar.
Namun seperti diakui oleh Ghozali, dinamika membangun ekonomi dari santri dan komunitas pondok pesantren sangat menarik di mana dari total 27 ribu pesantren di seluruh Indonesia. Sebagian, ucap dia, ada pesantren yang setuju dengan program wirausaha dan sebagian lainnya kurang sependapat.


